Pesta Arwah Semua Orang Beriman

Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Pada Pesta Arwah Semua Orang Beriman, kita berdoa untuk semua orang yang kita kasihi, yang telah meninggal dan mereka yang tidak memiliki sanak saudara, untuk didoakan juga. Mari kita meluangkan waktu untuk merefleksikan hidup kita yang sangat rapuh ini, juga merefleksikan  kehidupan kekal nanti.  Apakah kita siap untuk bertemu Tuhan ? Bagaimana seharusnya kita mempersiapkan diri lebih baik, dalam kehidupan sehari-hari ?

Selama pelayananNya di atas bumi, Yesus bekerja tiada henti-hentinya, seraya melakukan perbuatan-perbuatan menakjubkan untuk membebaskan manusia dari penyakit, penderitaan dan kematian. Sabat – yang diajukan Perjanjian Lama sebagai suatu hari pembebasan, dan yang bila ditaati hanya secara formal akan kehilangan makna autentiknya – ditegaskan kembali oleh Yesus seturut makna aslinya: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27). Dengan menyembuhkan orang pada hari istirahat ini (bdk. Mat 12:9-14; Mrk 3:1-6; Luk 6:6-11; 13:10-17; 14:1-6), Ia berkehendak menunjukkan bahwa hari Sabat adalah milikNya, karena sesungguhnya Ia adalah Putra Allah, dan bahwa inilah hari ketika manusia hendaknya membaktikan diri mereka kepada Allah dan kepada sesama. Dengan membebaskan orang dari roh jahat, seraya mempraktikkan persaudaraan dan berbagi kasih: hal-hal ini memberi kerja maknanya yang paling mulia, yang memungkinkan umat manusia untuk memulai perjalanan menuju Sabat abadi, tatkala istirahat akan menjadi perayaan pesta yang menjadi idaman hati semua manusia. Justru dengan mengarahkan umat manusia menuju pada pengalaman akan Sabat Allah ini beserta persekutuan hidupnya, maka kerja adalah peresmian ciptaan baru di muka bumi ini. (KDASG 261).