Senin Biasa XXXI

Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Nasehat Yesus tampaknya sulit untuk dipenuhi. Namun, jika kita merenungkan Kebenaran yang lebih lengkap, kita akan menyadari bahwa Yesus mendesak kita untuk memurnikan motivasi dan melayaniNya saja, dalam semua hal yang kita lakukan. Bukan "melayani diri" dengan mencari pembenaran bahwa apa yang kita lakukan sebagai untuk Tuhan.

Oleh karena itu, kekuatan rohani dan susila manusia harus ditantang, dan perlu diingatkan bahwa manusia secara terus-menerus harus membarui diri secara batin, dan dengan demikian mendatangkan perubahan-perubahan kemasyarakatan yang benar-benar mengabdi kepada pribadi manusia. Pertobatan hati harus diutamakan, namun hal itu tidak membatalkan tetapi sebaliknya menguatkan kewajiban untuk menyehatkan lembaga dan situasi dunia yang merangsang perilaku ke arah dosa sedemikian rupa sehingga semuanya disesuaikan dengan kaidah-kaidah keadilan dan lebih mengembangkan kebaikan daripada menghalang-halanginya. (KDASG 42).